Cikarang Itara, Bekasi Raya Pos
Keberadaan para pak igah ( Tukang Parkir di Tikungan Jalan -Red), membuat jalanan macet karena mobil-mobil yang besar ( Bus dan Truk), dengan seenaknya untuk memutar melalui pertigaan dengan jasa para tukang parkir di tikungan alias pak ogah,dengan imbalan uang Rp.500,- hingga Rp.1000,-, para tukang parkiran tersebut seenaknya memarkir kendaraan untuk memutar, tanpa melihat kendaraan lain di belakang menjadi macet, karena kendaraan besar seperti bus dan truk tak sepantasnya untuk memutar di pertigaan.
Hal tersebut dapat di jumpai di pertigaan kali ulu dekat lemah abang, kendaraan – kendaraan besar memutar arah balik melalui pertigaan yang berada di perempata kali ulu Cikarang Utara,sehingga membuat macet.
Jika hal tersebut dibiarkan maka kemacetan akan terjadi terus dan akan bertambah banyak kendaraan-kendaraan besar memutar arah seenaknya, dan semakin banyak para pak ogah memanfaatkan pertigaan untuk parkrr,dengan imbalan uang tanpa mengindahkan pengguna kendaraan lain yang harus terjebak macet.
“Tukang parkir pertigaan seenaknya memarkir kendaraan yang hendak mutar balik, yang memberi uang didahulukan sementara kendaraan lain di belakang harus macet karena ulah tukang parkir pertigaan, yang seenaknya memarkir kendaraan untuk memutar arah”ujar pengendara di pertigaan kali ulu dekat stasiun lemah abang. (Jito)
