Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Metode Yang Lebih Efektif dan Efisien Dalam Mengatasi Masalah

Minggu, 31 Agustus 2014 | Agustus 31, 2014 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:35:19Z
Kota Bekasi, Bekasi Raya Pos
Metode Yang Lebih Efektif dan Efisien Dalam Mengatasi Masalah Sampah dan Limbah

Keberadaan sampah-sampah yang berada di lingkungan kita membuat dampak negatif, walau pemerintah telah berupaya untuk menangani sampah, namun seiring pertumbuhan penduduk keberadaan sampah yang merupakan limbah dari masyarakat,dapat mengganggu kesehatan dan lingkungan.

Diperlukan pengolahan sampah yang lebih efektif dan efesian, sehingga keberadaan sampah yang menjadi momok masyarakat dapat ditangani dengan baik, tidak menggangu kesehatan lingkungan. Hal tersebut diutarakan oleh  Tony Wardono SE, sebagai ahli pengolahan sampah dan limbah menjadi bermanfaat.

Selanjutnya Tony Wardono SE, juga menawarkan kepada pihak PEMDA Kota Bekasi, agar bekerja sama untuk pengolahan sampah agar  menjadi bermanfaat “ Saya juga telah mendirikan perusahaan  untuk pengelolaan sampah, yaitu  CV. Putra Widjaja Santoso, yang berkedudukan di Mojokerto merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang Pengolahan Sampah dan Pengolahan limbah. Dimana permasalahan sampah dan limbah merupakan permasalahan sampai saat ini sangat sulit diatasi. Berangkat dari permasalahan tersebut, CV. Putra Widjaja Santoso menemukan formula yang dapat menyelesaikan permasalahan sampah dan limbah serta dampak lingkungan yang ditimbulkan secara efektif dan efisien dan berbasis lingkungan yang sehat karena menggunakan bahan bahan organik untuk menuju motto dari CV. Putra Widjaja Santoso yaitu “THE REAL GO GREEN”. Kami berharap kehadiran CV. Putra Widjaja Santoso dapat memberikan manfaat kepada perusahaan dan masyarakat luas.


Suatu daerah layak dikatakan bersih apabila masyarakatnya mau dan mampu, mereduksi sampah yang mereka hasilkan, sampah organik dikomposting (Bokasi), sedangkan sampah anorganik didaur ulang. Pemerintah secara bertahap dan pasti harus mulai menanamkan dan menerapkan pentingnya Sistem dan Manajemen Pengolahan Sampah yang ideal, hal ini didasarkan pada kenyataan ukuran volume sampah (organik maupun anorganik) yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), antara yang masuk dan diolah/ dipilah-pilah sangat tidak seimbang sehingga terjadi penumpukan sampah sampai menggunung.

Penumpukan sampah tersebut penyebab utama pencemaran lingkungan (udara, tanahdan air) karena proses kimiawi sampah akan menghasilkan zat-zat kimia antara lain : Methane yang apabila dihirup manusia sangat membahayakan kesehatan. Untuk meminimalisasi bahkan mengatasi masalah tersebut maka harus diterapkan sistem dan manajemen pengolahan sampah yang ideal. Dengan menerapkan sistem dan manajemen pengolahan sampah, manfaat yang diperoleh antara lain mengurangi timbunan sampah dan meminimalisir bau yang ditimbulkannya .

Pemilihan dan pemilah an sampah menurut jenisnya, pemrosesan sampah menurut jenis dan kegunaannya dan dapat merangsang/ memotivasi masyarakat untuk hidup sehat. Sistem dan manajemen yang baik manyangkut pembuangan dan pengolahan sampah pada tempatnya akan berpengaruh kepada kesehatan lingkungan masyarakat. Sementara itu kesadaran penerapan sistem dan manajemen pengolahan sampah yang baik belum menjadi kebijakan yang popular di mata masyarakat kita, khususnya. Pengertian yang lazim di masyarakat ada tiga macam pembuangan sampah yaitu Bumi (Earth), Air (Water) dan Udara (Air). Hal-hal yang berkaitan dengan sampah akan awet selalu menjadi persoalan.

Di daerah kota yang semakin padat penduduknya akan semakin sulit sistem dan manajemen pembuangan sampahnya, jika sampah dibakar pencemaran udara yang timbul sangat mengganggu lingkungan. Sampah awet seperti kaleng bekas, botol, karet, plastik sulit mendapat pembuangan, di kubur juga sulit dan bahkan tidak bisa cepat terurai oleh tanah. Akan tetapi masih ada pihak yang ternyata sangat membantu mengurangi polusi sampah awet, yaitu para pemulung.

Pekerjaan yang dilakukan oleh para pemulung ini seharusnya sudah merupakan tahap awal proses pengolahan kembali sampah awet, dalam perekonomian kita proses pengolahan kembali ini sangat penting disamping dapat menciptakan lapangan kerja juga dapat menghemat energi, memberikan sumber bahan baku pelengkap untuk produksi dan membantu mengatasi persoalan sampah. Sedangkan mengenai permasalahan limbah yang ada, diperlukan penanganan yang lebih intensif. Hal ini berkaitan dengan penggolongan jenis limbah dan sampah yang dihasilkan.

Hasil dari komposting sampah organik (bokhasi) bermanfat untuk : Pertanian,  Perikanan, Perkebunan, Kehutanan, Holtikultura dan sekaligus menghidupkan kembali jasad renik dalam tanah dan unsur hara. Sehingga misi dari CV. Putra widjaja santoso yaitu “THE REAL GO GREEN” akan terwujud.


Bertitik tolak dari dasar pemikiran itu maka perlu adanya suatu sistem dan manajemen pengolahan sampah dan limbah yang ideal dan berwawasan ekosistem. Masalah yang dialami kota-kota di Indonesia adalah menumpuknya sampah sehingga menimbulkan bau yang tidak dapat diatasi dengan baik. Oleh karena itu diperlukan solusi pengatasan masalah sampah secara efektif dan efisien. Limbah juga merupakan  masalah yang dapat menimbulakan dampak pencemaran lingkungan sehingga diperlukan pula pengatasan masalah limbah secara efektif dan efisien.

Oleh karena itu CV. PUTRA WIDJAJA SANTOSO mempunyai metode yang lebih efektif dan efisien dalam mengatasai masalah sampah dan limbah sehingga  tidak terjadi dampak pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah dan limbah.

Tujuan penerapan sistem dan manajemen pengolahan sampah : 1.Mengkomposting/ Bokhasi sampah organik menjadi pupuk secara efektif, cepat dan efisien hanya membutuhkan waktu 24 jam yang bisa menghasilkan kelembaban (moisture) standar yaitu antara 45%-50%. 2.Meminimalisir bau yang di timbulkan oleh sampah maupun limbah. 3.Pengolahan sampah dan limbah secara organik dan ekonomis.


Manfaat 1.Dapat mengatasi permasalahan sampah dan limbah yang ada secara efektif, cepat,efisien dan ramah lingkungan. 2. Pencegahan pencemaran lingkungan dengan menerapkan sistem dan manajemen pengolahan sampah dan limbah yang ideal dan berkesinambungan.

Manajemen Pengolahan Sampah merupakan bahan sisa baik bahan-bahan yang tidak digunakan maupun barang yang sudah diambil bagian utamanya dari aspek sosial ekonomi, sampah merupakan barang yang sudah tidak ada harganya, dari aspek lingkungan sampah merupakan barang buangan yang sudah tidak berguna dan banyak menimbulkan masalah pencemaran dan gangguan kelestarian lingkungan. 1 Metode Penanganan Sampah, Metode ini bertujuan agar permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah dapat ditekan seminimal mungkin dengan cara : - Pengumpulan Sampah -Pemisahan Sampah berdasarkan jenis dan keperluanya -Mengkomposting (Bokasi) sampah organik menjadi pupuk 2. Perencanaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) : - Lokasi yang dapat digunakan - Luas daerah yang tersedia -Jumlah (volume) sampah yang akan dibuang -Peralatan yang dibutuhkan –Biaya -Dampak lingkungan dari penimbunan sampah.


Pada dasarnya pengolahan sampah cukup sederhana, penumpukan sampah yang terjadi dari berbagai sumber harus segera diangkat, selanjutnya dibuang ketempat pembuangan akhir (TPA). 

Agar sampah mencapai TPA, tahapan yang harus dilalui adalah : - Collections (Pengumpulan) – Haullages (Pengangkutan) – Disposal (Pembuangan) Sumber sampah, selain sampah industri ada bermacam - macam antara lain ; rumah tangga, pasar, rumah sakit, jalan, taman dan lain-lain. Agar pengangkutannya mudah sampah harus dikumpulkan diberbagai tempat atau wadah seperti : Kantong plastik, bak sampah, gerobak dan lainnya. Dari tempat pengumpulan ini kemudian sampah diangkut ke TPS yang selanjutnya diangkut ke TPA oleh fasilitas pengangkut sampah seperti : truk bak terbuka, dump truck, compactor truck dan arm roll truck. Di TPA, sampah dipilih dan dipilah menurut jenis dan keperluanya.
Sampah/limbah apabila dikelola dengan sistem dan manajemen yang baik akan bermanfaat bagi hidup dan kehidupan masyarakat (ekosistem). Sampah organic dikelompokkan dalam 3 (tiga) tujuan yaitu : 1 Sampah yang berasal dari alam, yaitu guguran daun, bunga dan buah. 2.Sampah yang berasal dari sisa - sisa dapur/industri rumah tangga atau in dustri besar. 3 Sampah atau kotoran dan sisa - sisa makanan yang berasal dari ternak hewan. Dari ketiga kelompok sampah/kotoran tersebut bisa dikelola dan dimanfaatkan untuk produksi pertanian, yaitu dengan proses daur ulang (Komposting/Bokasi) dan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik tanaman.

Di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah organik yang ada terdiri dari: a.Sampah atau kotoran yang berasal dari hewan dan sisa-sisa makanannya didaur ulang dengan cairan organik E12 menjadi Bokasi yang berfungsi sebagai pupuk kandang b.Sampah atau kotoran yang berasal dari campuran rumput-rumput sampah pasar, dampak rumah tangga dan guguran daun-daun, bunga dan buah didaur ulang dengan cairan organik E12 menjadi Fine Compost. Perlu kami jelaskan disini bahwa cairan organik E12 adalah proses fermentasi bahan-bahan organik menjadi cairan yang mengandung dan menghasilkan bakteri-bakteri menguntungkan sekaligus mengandung Vasses (anti bau) yang berfungsi sebagai “Penetral semua jenis sampah, baik sampah herbal maupun kotoran”. 4.Penggolongan jenis sampah dapat didasarkan pada komposisi kimia, sifat mudah tidaknya mengurai, mudah tidaknya terbakar, berbahaya dan tidaknya serta karakteristiknya.

Sampah dapat dimanfaatkan kembali tetapi perlu memperhatikan komponen kimianya, antara lain untuk Biogas sebagai bahan bakar.

Potensi Timbulnya Sampah 1. Pemukiman penduduk 2.Pasar 3.Jalan 4.Taman 5.Rumah Sakit Faktor–faktor  yang   mempengaruhi produksi  sampah. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah : 1.Jumlah penduduk dan kepadatanya Setiap pertambahan penduduk akan diikuti oleh kenaikan jumlah (volume) sampah 2.Tingkat aktivitas masyarakat 3.Pola kehidupan sosial ekonomi 4.Letak geografis 5.Kemajuan teknologi Variasi Jumlah Sampah.


Tiap-tiap bulan selama setahun sampah yang berasal dari tempat–tempat pemukiman merupakan masalah yang dapat timbul secara potensial di masyarakat baik menurut komposisi maupun jumlahnya. Variasi dari komposisi dan jumlah sampah dipengaruhi oleh status sosial ekonomi dan kebiasaan masyarakat dalam menangani sampahnya. Jumlah atau volume sampah juga dipengaruhi oleh musim, letak dan sifat geografis, tanah, curah hujan, iklim, kebiasaan masyarakat akan makanan , minuman dan barang–barang terbungkus yang mereka beli.

Dampak Negatif. Dampak sampah terhadap kesehatan Pada awal peradaban manusia, sampah belum menjadi suatu masalah akan tetapi dengan bertambahnya jumlah penduduk dengan ruang hidup tetap maka makin hari sampah menjadi masalah serius, hal ini jelas jika dilihat dari modernisasi kehidupan dan perkembangan teknologi, sehingga meningkatkan aktifitas manusia. Sehubungan dengan kegiatan manusia, maka permasalahan sampah. berkaitan, baik dari segi sosial, ekonomi maupun budaya. Kesehatan merupakan masalah sosial yang selalu berkaitan antara komponen-komponen yang ada dalam masyarakat.

Sampah sendiri apabila ditangani dan dikelola dengan baik, maka tidak menjadi potensi yang berpengaruh terhadap lingkungannya. Namun sering dan bahkan akrab kita temui bahwa sampah tidak berada pada tempat yang aman terhadap kesehatan lingkungan. Sampah yang kurang diperhatikan tersebut dapat berpotensi sebagai tempat berkembangnya serangga dan binatang pengerat sehingga menjadi faktor penyakit menular.

Disamping itu juga sampah dapat menimbulkan pencemaran udara, air dan tanah yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh terhadap kesehatan lingkungan. Secara umum pembuangan sampah yang tidak memenuhi syarat kesehatan akan mengakibatkan :1)Tempat berkembang biak dari sarang serangga dan tikus. 2)Menjadi sumber polusi tanah, sumber air permukaan tanah,air dalam tanah dan udara. 3)Sebagai sumber penyebar penyakit. 4)Dampak sampah sebagai sarana penularan penyakit. Sampah sangat berpotensi menjadi sarang penyakit, dimana sampah bisa menjadi tempat berkembang biaknya bintang–bintang antara lain : lalat, nyamuk, kecoa, belatung, dan tikus.

Dampak Positif Bagian sampah yang  terbesar merupakan bahan-bahan organik, dan bahan-bahan organic tersebut mengalami penguraian atau penghancuran secara biologis oleh jasad renik yang bersifat aerobik.

Selain itu dengan terjadinya proses dekomposisi yang berlangsung secara anaerobik akan menhasilkan humus yang sangat berguna untuk penyuburan dan perbaikan struktur tanah. Adapun manfaat sampah dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu :1.Manfaat sampah yang mudah membusuk :Untuk pupuk kompos yang diolah dan dinetralkan dengan cairan organik E12 menjadi bokasi yang bermanfaat untuk menyuburkan dan mengembalikan struktur tanah 2.Manfaat sampah yang sulit/ tidak bisa membusuk : Diambil kembali untuk diolah secara fisika atau kimiawi, dengan cara : a.Hand Sorting (pemilihan dengan tangan) Komponen yang dipisahkan antara alain aluminium, logam, gelas (kaca), plastik dan karet. b.Screening (pengasingan) Pemisahan sampah yang tercampur menjadi dua atau lebih bagian yang berlainan jenis dan ukurannya

Bagan Alir ( Flow Chart ) Manajemen Pengolahan Sampah

Limbah adalah “Sisa suatu usaha dan/atau kegiatan (UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup)”. Limbah adalah segala jenis buangan material/ hasil samping/ residu yang tidak terpakai dan tidak diinginkan lagi yang mempunyai dampak negatif terhadap masyarakatdan juga lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.“Buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi (Wikipedia),.

Dampak Negatif/ buruk dari limbah : 1.Gangguan terhadap KesehatanPencemaran air limbah menyebabkan banyak penyakit yang dapat ditularkan melalui air limbah dan juga banyak terdapat bakteri pathogen penyebab penyakit. 2.Gangguan terhadap Kehidupan Biotik. Pencemaran air limbah menyebabkan matinya ikan, bakteri-bakteri, dan juga dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman atau tumbuhan air. 3.Gangguan terhadap Kerusakan Benda Air limbah menyebabkan karat dan penyumbatan saluran limbah. 4.Gangguan terhadap Estetika/ Keindahan. Air limbah menyebabkan keindahan sungai/ badan air menjadi lenyap. Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/ atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan (UU no.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup).

Baku Mutu Lingkungan adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/ atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup (UU no.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup).

Air Limbah adalah “Kombinasi dari cairan atau air yang membawa sampah berasal dari daerah pemukiman, perdagangan, perkantoran dan industri, bersama - sama dengan air tanah, air permukaan, dan air hujan yang mungkin ada” (Metcalf & Eddy, 2003).

Perbedaan karakteristik air limbah domestik dan air limbah industri :
Limbah cair domestik 1.Mengandung bahan organik bio degradable tinggi. 2.Mengandung nitrogen dan phosphate.3.Mengandung mikroorganisme pathogendan non-pathogen.
Limbah cair industri 1.Tergantung dari jenis industrinya 2.Mengandung Bahan Beracun Berbahaya (B3). 3.Dapat juga mengandung mikroorganisme pathogen.

Bagan Alir (Flow Chart).

Lay Out Proses “ PROSES PEMBOKHASIAN”: -Sampah/ Limbah -Meminimalisir bau Cairan organik E12

-Gundukan Sampah -Pemilihan dan Pemilahan Sampah -Pencampuran dengan cairan organik E12 -Pencacahan Sampah Organik -Pengepakan Proses “PEMBOKHASIAN” selama 24 jam dan ditutupi dengan terpal/ plastik untuk melindungi bakteri agar tidak menguap -Gudang logistik dan QC – Pendistribusian.


Demikian lah proses Proses “PEMBOKHASIAN”  limbah dan sampah, sehingga sampah-sampah yang menjadi MOMOK dan MUSUH MASYARAKAT menjadi BERMANFAAT, dengan sampah menjadi berguna maka akan menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat dan menambah pengetahuan sdm.(TIM)


Poto Produkasi Pengelolaan Sampah Menjadi Pupuk







































×
Berita Terbaru Update