Sehari Dua Perampokan Bersenjata di Depok,
Polisi Gelar Razia
Pelaku yang berjumlah 4 orang tersebut menodong bos show room motor dan berhasil membawa kabur sebuah motor besar jenis Kawasaki Ninja. Kejadian berawal ketika Anwar (korban) sedang memeriksa sejumlah motor dagangannya. Tanpa banyak basa-basi, pelaku langsung menghampiri korban dan menodongkan pistol ke perutnya.
"Semakin korban mundur semakin ditempel (diteken ke perut). Korban sempat melihat di pistol itu ada tiga peluru. Dia (pelaku) mengancam si korban," tutur Kapolsek Sukmajaya Komisaris Fitria Mega pada wartawan, Selasa malam.
Aksi nekat pelaku tergolong nekat karena dilakukan siang hari dan tak mengenakan penutup wajah. Berdasarkan ciri-ciri, pelaku rata-rata berbadan kecil dan diperkirakan masih berusia remaja.
"Tadi kami langsung melakukan perburuan, karena menurut informasi korban motor yang dicuri bensinnya terbatas. Namun setelah kami telusuri sampai saat ini belum ada titik terang. Feeling saya, pelaku bersembunyi di kontrakan, dan saat ini sedang saya kembangkan," kata Mega.
Peristiwa kedua terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di kawasan Jalan Raya Parung, Bojongsari, Depok, Rabu 22 Mei 2013 dinihari. Pelaku, berhasil membawa kabur uang jutaan rupiah setelah lebih dulu mengancam pegawai yang berjaga dengan mengalungkan celurit, Rabu 22 Mei 2013.
Kasus ini diketahui setelah Agustinus Sitorus bersama karyawannya, Sudung Hasiolan, melapor ke Mapolresta Depok. Di hadapan petugas, Sudung mengaku, sebelum membawa kabur uang setoran, pelaku sempat mengancam dirinya menggunakan senjata tajam. Pelaku diperkirakan berjumlah lebih dari dua orang. Setelah melancarkan aksinya dan berhasil membawa kabur uang senilai Rp6 juta dari dalam laci kasir, kawanan ini langsung kabur menggunakan sepeda motor.
Mereka datang menggunakan motor. Saat itu SPBU sedang sepi, para pelaku mengancam korban yang sedang berada di dalam kantor dengan mengalungkan celurit. Karena takut, korban pun tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya pelaku kabur dengan membawa uang yang ada didalam laci sebesar Rp 6 juta, tutur Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Depok Ajun Komisaris Achmad Subekti pada wartawan.
Guna penyidikan lebih lanjut, kasus perampokan itu kini sedang dalam pengembangan aparat. Sejumlah saksi tengah diperiksa terkait kasus ini.
Polisi Gelar Razia
Sebelumnya, aksi serupa juga sempat terjadi di wilayah yang sama hanya dalam kurun waktu kurang dari sebulan. Bahkan, pelaku sempat melukai korbannya dengan meletupkan timah panas. Salah satu korbannya bahkan masih berusia kelas 6 SD. Dia adalah, Rizki Fahrezi terluka di bagian kaki kanan.
Pasca aksi brutal kawanan curanmor berpistol yang belakangan ini kerap berulah di wilayah Depok, aparat kepolisian setempat mulai gencar melakukan razia. Seperti yang dilakukan jajaran kepolisian sektor Sukmajaya. Rabu 22 Mei 2013, sedikitnya puluhan pengendara roda dua terjaring dalam operasi tersebut. Kapolsek Sukmajaya, Komisaris Fitria Mega mengatakan, operasi sengaja digelar guna menekan ruang gerak para pelaku kejahatan.
"Paling tidak operasi ini dapat memberikan efek syok terapi bagi para pelaku yang berniat melakukan kejahatan. Terlebih akhir-akhir ini warga Depok mulai diresahkan dengan adanya ulah para bandit berpistol yang kerap menggasak motor," ucap Mega pada VIVAnews.
Sumber: viva.co.id
