Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

BUDAYA JAWA BARAT

Senin, 27 Mei 2013 | Mei 27, 2013 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:36:51Z
Jawa Barat yang terkenal dengan budayasunda, budaya sunda terasa kental sekali melekat pada masyarakat Jawa Barat mulaa dari bahasa yang unik , tarian jaipongnya yang sudah terkenal dan wayang goleknya yang juga unik dan mengagumkan, yang tidak kalah mengagumkan adalah angklung ini adalahalat musik yang terbuat dari bambu yang menghasilkan suara khas yang tiada duanya, iniadalah ciri khas Jawa Barat berikut beberapa foto dari budaya Jawa Barat.
AnklungAngklung
adalahalat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat ber  bahasa Sunda di Pulau Jawabagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunannada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Laras (nada) alatmusik angklung sebagai musik tradisiSunda kebanyakan adalahsalendrodan pelog.

 
Asal Usul Angklung

Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnyatelah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduismedalam kebudayaan Nusantara.Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda(abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi(pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap NyaiSri Pohacisebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). MasyarakatBaduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklungsebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag diJasinga, Bogor ,adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau.Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikatDewi Sriturun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (

awiwulung 

) dan bambu putih (

awi temen

). Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda,di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangatrakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah HindiaBelanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempatmembuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak padawaktu itu.



 
Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sritersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yangkemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernamaangklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana(usungan pangan) dan sebagainya.Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu keKalimantan dan Sumatera. Pada1908tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia keThailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini punsempat menyebar di sana.
Sumber : http://www.scribd.com/doc/60736511/BUDAYA-JAWA-BARAT

×
Berita Terbaru Update