"Kalau lagi ada hujan angin, kita takut bangunan pasar yang sudah tua ini roboh tertiup angin," aku satu pedagang di Pasar Kedungwaringin.
Hal yang sama juga dirasakan pedagang di Pasar Sukatani. Beberapa tiang penyangga bangunan pasar sudah ada yang roboh. Warga sudah beberapa kali minta pasar ini dipugar, namun Pemkab Bekasi belum melaksanakannya.
Sementara pedagang di Pasar Cikarang, mengaku kalah bersaing dengan pasar modern/departmen store dan swalayan yang ada di sebelahnya. Sehingga, kalau kemudian pasar ini dipugar, harus bisa mengimbangi keberadan pasar modern tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bekasi, Drs Encep S Jaya, yang dikonfirmasikan wertamerdeka.com, Selasa (17/05/2011), mengatakan, pembangunan atau pemugaran tiga pasar tradisional itu tidak mungkin dibebankan pada APBD, tetapi harus dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Soal keinginan pedagang agar ketiga pasar itu dipugar, sebut Kepala Bidang Perpasaran, Drs Sumarno, sudah disampaikan ke Sekda dan Bupati. Pemda , terang Sumarno, tinggal menunggu adanya pihak ketiga atau pengembang yang bersedia bekerjasama membangun pasar tradisional dimaksud.
Namun begitu, sesuai aturan main yang berlaku, pembangunan atau pemugaran pasar tradisional, juga harus dilakukan lelang terlebih dulu. Menurut Kepala Seksi Teknis Perpasaran, Sigit, akihyir bulan ini kemungkinan akan dilakukan lelang pemugaran tiga pasar tersebut.
Sigit memperkirakan, cukup banyak pengembang yang berninat bekerjasama membangun atau memugar pasar tradisional. Namun demikian, tegas Sigit, pengembang yang akan memugar pasar tradisional tersebut dalam menentukan harga jual tetap harus berpatokan pada kemampuan pedagang. (Nurdin/wartamerdeka)
