BEKASI, (PRLM).- Ketua Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Yusuf meminta kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk membantu legalitas batik khas Bekasi. Menurut dia dukungan pemerintah sangat dibutuhkan bagi para perajin tersebut.
Sendy menjelaskan permasalahan legalitas tidak bisa dipandang sepele. Pemerintah harus lebih proaktif untuk melindungi hasil kreativitas warganya. Apalagi, dalam hal kerajinan batik Bekasi yang pada dasarnya merepresentasikan keseharian masyarakat di daerah itu.
"Pemerintah Kabupaten Bekasi harus mendukung legalitas Batik Bekasi, karena batik Bekasi memiliki ciri khas kultur masyarakat betawi yang ada di Provinsi Jawa Barat.Bagaimanapun juga, kerajinan ini nantinya akan berdampak pada kemajuan ekonomi masyarakat sekitar, " ucapnya saat mengunjungi ruang pamer Seraci Batik di Kampung Kebon Kelapa RT 2/5 Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu (1/6).
Di sisi lain, Sendy mengungkapkan untuk mendorong perkembangan kerajinan batik di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bekasi, Yayasan Batik Jawa Barat juga memberikan bantuan, di antaranya, pelatihan teknis untuk meningkatkan kemampuan para perajin, pelatihan manajerial yang bekerjasama dengan Bank Indonesia.
"Selama ini, para pelaku UMKM tidak terlalu memperhatikan tatanan manajemen usahanya. Sehingga, tatkala membutuhkan akses perbankan itu tidak dapat dilaksanakan dengan mudah. Namun, dengan pelatihan manajemen ini, para perajin bisa menyusun dengan baik keuangannya sehingga perbankan pun tak sulit untuk memberikan suntikan dana," ujar Sendy.
Pada kesempatan itu, ia juga menyerahkan bantuan dua kompor gas yang khusus diperuntukkan bagi para perajin batik. Yayasan Batik Jawa Barat menyiapkan 600 kompor bagi perajin batik di seluruh Jawa Barat.(Sumber Pikiran Rakyat Online dan Sumber : http://disperindag.bekasikab.go.id/read/berita/226/sendy-yusuf-kunjungi-batik-khas-bekasi-di-kec-tarumajaya/ )
