Kediri, Bekasi Raya Pos
Penanaman pohon penghijauan yang berada di kanan kiri ruas jalan provinsi maupun nasional di wilayah Kediri hari senin kemarin, masih perlu di evaluasi ulang, hal ini dikarenakan masih ditemui adanya penanaman pohon yang dilakukan dengan asal-asalan dan kurang pada tempatnya.
Hasil inspeksi Dandim Kediri bersama Pasi Ter Kodim Kediri selama 2 hari (hari selasa dan rabu) menemui sejumlah pohon yang ditanam bukan pada tempatnya, antara lain 2 pohon yang berlokasi di Kecamatan Mojoroto, sangat beresiko bagi kondisi badan jalan, dikarenakan terlalu dekat bahkan hanya beberapa centimeter jaraknya. Di Kecamatan Gurah ditemui 3 pohon menghambat keluar masuk, karena ditanam tepat di depan rumah warga, dan di Kecamatan Gampengrejo ditemui 1 pohon yang terlalu dekat dengan tiang listrik, sangat beresiko bila kelak pohon itu sudah berukuran besar, serta di Kecamatan Ngadiluwih ditemui 1 pohon yang terlalu dekat dengan saluran pipa air (PDAM), yang sangat beresiko merusak pendistribusian air ke pemukiman penduduk ,untuk di Kecamatan Pesantren ada 1 pohon yang terlalu dekat dengan tembok gudang pupuk subsidi.. Sedangkan di Kecamatan Badas ditemui 1 pohon ditanam tepat dibawah saluran kabel telepon, yang beresiko kelak bila pohon itu tumbuh dan membesar. Dari hasil peninjauan tersebut 9 pohon pada hari itu juga (hari selasa dan rabu) harus segera dipindahkan ketempat yang tidak mengganggu maupun merusak apapun.
“Secara keseluruhan kita (Kodim Kediri) puas dengan hasil hasil kinerja seluruh anggota (Kodim Kediri), selanjutnya perlu dikaji ulang untuk tanaman yang sudah ditanam ,agar tetap bisa tumbuh dan berkembang” kata Letkol Inf Purnomosidi saat peninjauan terakhirnya di Kecamatan Purwoasri bersama Danramil Purwoasri Kapten Inf M.Yunus, Rabu 13 Januari 2016.
Kendati hasil inspeksi langsung oleh Dandim Kediri Letkol Inf Purnomosidi bersama Pasi Ter Kodim Kediri Kapten Inf Suliyono masih banyak ditemui pohon yang ditanam bukan pada tempatnya, secara global pelaksanaan penanaman penhijauan serentak senin kemarin cukup memuaskan.
Perasaan, semangat dan tujuan seperti ini yang akan membuat masyarakat heterogen bersatu membentuk suatu identitas sosial nasional yang lebih kuat daripada kepentingan kelompok, golongan dan pribadi. Dengan mengakui dan menghormati perbedaan serta kuatnya mempertahankan ikrar satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa menunjukkan identitas sosial yang sangat baik dalam bangsa ini, sehingga dapat terjalin kerjasama antar golongan tanpa menyinggung adanya perbedaan karena memiliki suatu tujuan utama dan kebanggaan bersama atas persatuan bangsa.
Poto Poto Kegiatan EVALUASI PENANAMAN POHON
SERENTAK KODIM KEDIRI