Bekasi Raya Pos, Kota Bekasi - Pendidikan merupakan hak yang harus dinikmati dan dimiliki setiap anak Indonesia, karena dengan mengenyam pendidikan maka proses pendewasaan cara berpikir anak usia sekolah semakin terasah dan teruji. Dengan meningkatnya kebutuhan akan pendidikan yang baik, maka sekolah pun berlomba untuk melengkapi diri, sebagai usaha untuk mengembangkan siswa dan menjaga mutu sekolah.
Melalui “Bekasi Edu Fair 2015” ini, tuntutan tersebut diharapkan akan terpenuhi dengan memberikan informasi langsung kepada khalayak ramai tentang kualifikasi dan kelengkapan lembaga-lembaga pendidikan seputar Bekasi.
Dalam kegiatan BEF 2015, penyelenggara mencoba untuk menggabungkan Edukasi dan Kesenangan melalui berbagai kegiatan dan sejumlah Games yang bakalan digelar sepanjang kegiatan BEF 2015. Program kegiatan Talkshow, Coaching Clinic, Lomba Pidato Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris, Lomba Band Kreatif, Games dan Doorprize, Hadiah Jutaan Rupiah
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi menggelar kegiatan expo pendidikan. Hal itu guna memperkenalkan karya pelajar Kota Bekasi yang selama ini masih asing terdengar ditelinga masyarakat. “Saya ingin ada Education Expo yang akan mempromosikan produk anak-anak SMK ,” ujar Kepala Dinas Pedidikan Rudi Sabarudin.
Dalam Expo ini digelar hasil karya yang telah diciptakan pelajar Bekasi. Sehingga produk tersebut dapat dikenal masyarakat luar untuk digunakan. Ide pelajar Bekasi itu bisa membantu program pemerintah. Dengan demikian, berharap karya pelajar pelajar itu dapat digunakan dimasyarakat. Sehingga ketergantungan terhadap barang import berkurang dengan menghargai hasil karya anak Negeri.
Kegiatan diikuti 68 SMP, SMA, dan SMK , Perguruang Tinggi, serta Lembaga Kursus di Kota Bekasi dengan hasil karyanya masing-masing yang diunggulkan. Berlangsung 11 – 15 November 2015. Tujuannya memperkenalkan karya pelajar Kota Bekasi. “Semua ini hasil anak anak khususnya SMK. Kurang tereksploses secara umum,” kara Kepala Dinas Pendidikan Rudi Sabarudin.
Dihadiri seluruh instansi pendidikan dan mendapat apresiasi seluruh elemen masyarakat. Hari pertama pengunjung tumpah ruah. Kegiatan perdana ini juga menghubungkan antara dunia industri dengan teknologi dari instansi pendidikan dengan menciptakan teknologi terbaru.
Kedepannya, akan mengadakan kegiatan rutin seperti ini pada setiap tahunnya. “Keinginan untuk setiap tahun. Tetapi Kalau yang ditampilkan yang ini lagi, tidak inovatif. Diinginkan produk baru yang inovatif harus ada pengembangan,” ujarnya. (Red)
