Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Suasana Pilkades Desa Kerta Mukti Mulai Panas Perang Spanduk di Jalan Raya

Kamis, 30 April 2015 | April 30, 2015 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:34:50Z
Cibitung,Bekasi Raya Pos
Suasana Pilkades (Pemilihan Kepala Desa),Desa Kerta Mukti,Kecamatan Cibitung,Kabupaten Bekasi, yang akan di gelar pada tanggal 10 mei 2015, mulai memanas dua calon kepala desa mulai perang spanduk disudut-sudut jalan maupun jalan raya. Spanduk dan Baleho besar dua pasang calon kepala desa terlihat di sepanjang jalan Desa Kerta Mukti,yaitu H.Nana dengan tanda gambar Apelk nomer urut  satu,dan lawannya Narjo dengan tanda gambar Durian dengan nomer  urut dua.

Kalau dilihat banyaknya spanduk yang dipasang,tentunya tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan spanduk,yang hanya terpasang dalam beberapa hari saja menjelang Pilkades, terkesan mubajir karena dijaman yang serba sulit seperti sekarang ini, uang yang seharusnya berguna bagi masyarakat atau pendudkung calon kepala desa, untuk keperluan yang lebih berguna, namun ternyata di hamburkan oleh kedua calon kepaqla desa dengan membuat spanduk,dengan alasan untuk sosialisasi, sementara ada sosialisasi yang lebih bermanfaat dari pada uang di belikan spanduk, seperti bhakti sosial dan kegiatan lainnya yang lebih banyak manfaat bagi masyarakat dari pada harus dibelikan spanduk ukuran besar yang tentunya harga spanduk tersebut  sangat mahal, dan bagi calon kepala desa akan menguras kocek lebih dalam untuk pembuatan spanduk, belum lagi biaya untuk pendaftaran sebagai kepala desa yang mencapai ratusan juta rupiah, yang harus di tanggung oleh kedua calon kepaqla desa.

Jika sebagai calon saja sudah harus mengeluarkan biaya pendaftaran yang mencapai ratusan juta, dan biaya pembuatan spanduk untuk sosialisasi yang memakan biaya jutaan rupiah,yang jadi pertanyaan adalah dari mana anggaran biaya yang didapat dari calon kepala desa ?,

Jika anggaran untuk pencalonan kepala desa boleh dari pinjam, tentunya terpilih atau tidak terpilih kedua calon kepala desa harus mengembalikan uang untuk biaya pendaftaran.

Begitu mahalkah biaya untuk sebagai pemimpin walau hanya setingkat kepala desa?

KetikaBekasi Raya Pos, hendak konfirmasi mengenai biaya anggaran yang dikeluarkan oleh salah satu calon kepala desa bertanda gambar Apel nomer urut 1 H.Nana Maulana, namun calon kepala desa tidak berada di rumah kediamannya

“H. Nana sedang keluar ,nggak tahu kapan pulangnya”ujar salah satu penghuni rumah,ketika Bekasi Raya Pos bertanya kepada penghuni rumah dikediaman H.nana salah satu calon kepala desa.

Sementara itu menurut salah satu warga setempat yang tidak mau disebut namanya mengatakan,  “Ya sih terkesan mubajir ,begitu banyak spanduk besar dipasang oleh kedua calon kepala desa,alangkah lebih baiknya jika uang pembuatan spanduk dan baleho untuk sosialisasi pencaolanan kepala desa di manfaatkan untuk sosialisasi yang lebih menyentuh bagi yang akan memilihnya”ujarnya

Ketua Panitya Pemilihan Kepala Desa Kerta Mukti ,saat hendak dikonfirmasi di seketariat Pilkades ,di Kantor Desa Kerta Mukti tidak berada di tempat.


“Ketua Panitya Pilkades belum datang”ujar salah satu panitia lainnya di kantoir Sekretaariat (jck)
×
Berita Terbaru Update