Sukatani ,Bekasi Raya Pos
Masyarakat petani, enam belas desa dari lima kecamatan yang berada di Kabupaten Bekasi,membendung pintu air CBL yang berada di Desa Sukarukun,pasalnya masyarakat petani tersebut merasa kesulitan air,sehingga berinisiatif bersama kepala desa untuk membendung pintu air CBL,dengan harapan air tersebut mengalir ke wilayah,desa-desa yang berada di lima kecamatan,diantaranya Kecamatan Sukakarya, Sukawangi,,Karang Sentosa ,Cabang Bungin, dan Muara Gembong.
Kepala Desa Sukakerta, Kecamatan Sukawangi, Israt mengatakan,”saya bersama warga masyarakat desa sukakerta datang kepintu air cbl yang berada di desa sukarukun,untuk membendung air,dengan pagar bambu dan batu kali dengan dana swadaya dari masyarakat,agar air dapat mengalir ke wilayah lima kecamatan dan wilayah desa saya yaitu desa sukakerta,karena jika tidak dibendung air mengalir ke kali cbl dan tidak sampai ke limawlayah kecamata,sehingga para petani di lima wilayah kecamatan kekurangan air”ujarnya
Meski telah berulang kali masyarakat Desa Sukakerta mengajukan kepada Bupati Bekasi,agar di buatkan pintu air buka tutup di kali CBL yang berada di desa sukarukun,akan tetapi sampa saat ini belum juga dibuat,sehingga masyarakat dan kepala desa membendung kali untuk sementara ,agar air dapat mengalir di lima wilayah kecamatan tersebut.
Sekdes Sukakerta,Marjaya mengatakan “ kami telah mengajukan permohonan pintu air buka tutup,melalui musrenbang tingkat desa dan kecamatan,dari tahun 2010,kepada Bupati Bekasi, tetapi sampai saat ini belum juga direalisasikan oleh karena itu kami untuk sementara membendung kali cbl untuk mendapatkan air”ujarnya
Masih kata Marjaya,dampak dari tidak adanya pintu air buka tutup di kali CBL,menyebabkan ratusan ha sawah mengalami kekeringan,karena air mengalir ke kali CBL,jika ada pintu air maka air akan mengalir ke lima wilayah Kecamatan sampai Desa Sukakerta.
“dampak dari tidak adanya pintu air buka tutup kali cbl, jika musim kemarau kekeringan,jika musim hujan sawah petani yang berjumlah ratusan ha di desa sukakkerta kebanjiran “tambah sekdes (Dadang)
