Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Jalan – Jalan Ke Kota Angin Mamiri Makassar

Sabtu, 31 Januari 2015 | Januari 31, 2015 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:34:57Z


Makassar, Bekasi Raya Pos
Setelah menaiki pesawat Sriwijaya Air, tepat pukul 12.30 WITA, dari bandara Soekarno Hatta, menuju Kota Makasar, akhirnya Bekasi Raya Pos  sampai,di kota angin mamiri yang terkenal dengan kota beraneka ragam makannan. Untuk kali pertama saat sampai di Kota Makasar turun dari tangga pesawat di Bandara  Internasional Hasanudin, terasa geliat kehidupan Kota Makasar, tak banyak perbedaan dengan Kabupaten Bekasi.

Saat Bekasi Raya Pos, berkunjung ke Kota Makasar, tengah musim hujan terlihat  jalan utama kota makassar genangan air,  tujuan utama Bekasi Raya Pos yaitu ke Masjid Terapung, yang sangat terkenal di Kota Makassar yang berada diatas pantai losari.

Dalam perjalanan dari bandara menuju Masjid Terapung di jalan Penghibur, tim tidak  sabar lagi ingin segera sampai, namun diwaktu siang dan  hujan perjalanan sedikit terhambat dengan  kemacetan yang terjadi karena hujan dan jalanan digenangi air.


Akhirnya dengan menempuh perjalanan yang sangat melelahkan, dari Bandara Hassanudin, sampai juga Bekasi Raya Pos, di Masjid Apung yang bernama Masjid Amirul Mukminin, sugguh takjub  memandang masjid yang megah berada di atas pantai losari, dulu tim Bekasi Raya Pos hanya membaca dan melihat  di media-media online kemegahan masjid apung,  yang menjadi icon Kota Makassar,  kini masjid tersebut berada percis di depan mata tim Bekasi Raya Pos,  memang benar apa yang tertulis  dan dibaca oleh tim Bekasi Baya Pos, masjid yang di bangun di atas pantai Losari tersebut memang megah  nyaris membuat takjub bagi yang memandangnya.

Setelah melihat dari kejauhan akhirnya tim Bekasi Raya Pos lanjut untuk lebih dekat menuju masjid terapung (Masjid Amirul Mukminin), sebelum memasuki areal masjid kita akan melihat sebuah tugu yang terdapat Patung Bentor (Becak Bermotor), yang merupakan kendaraan masyarakat Kota Makassar.


Setelah melewati taman yang tertat rapih dengan bunga disisi taman untuk menju Masjid, akhirnya tim Bekasi Raya Pos sampai di didepan masjid kebanggan masyarakat kota makassar, ada tulisan batas suci yang mengharuskan pengunjung harus membuka sepatu atau sandal yang digunakan, dan seoarang pengurus menawarkan tempat untuk menaruh sepatu/sendal yang di gunakan pengunjung masjid yang mau beribadah ataupun sekedar melihat keindahan masjid terapung Amirul Mukminin.


Setelah menitipkan sepatu tim Bekasi Raya Pos memasuki masjid, saat itu tengah menunjukan waktu sholat Ashar , maka tim Bekasi Bekasi Raya Pos mengambil air wudhu dan sholat berjamaha di masjid yang terkenal dan megah itu..

Setelah selesai sholat tim Bekasi Raya Pos, kembali mengamati masjid yang begitu indah, terdapat dua tingkat diatas tingkat masjid kita dapat menikmati pemandangan indah pantai losari.

Salah satu pengunjung kepada Bekasi Raya Pos mengatakan “saya sengaja datang untuk melihat lebih dekat masjid apung, dan saya berasal dari luar daerah, jadi kalau belum mampir ke pantai losari dan ke masjid terapung, terasa belum lengkap”ujarnya

Setelah puas melihat lihat dan mengambil gambar, akhirnya tim Bekasi Raya Pos , kembali untuk meneruskan perjalan ke tempat di mana telah disiapkan oleh mitra Bekasi Raya Pos, untuk bermalam yaitu di bilangan Rapocinni, ditengah perjalan pulang untuk ke tempat istirahat tim Bekasi Raya Pos, melihat – lihat di sepanjang jalan dari pantai losari, yaitu di jalan Lamadu Celeng, terdapat barisan pedagang pisang epek,  rasa penasaran dan perut keroncongan , akhirnya tim Bekasi Raya Pos, mampir disalah satu penjual makanan Pisang Epek.

Pisang Epek adalah makanan ciri khas  kota makassar, makanan tersebut terbuat dari pisang gepok,yang di gencet (diepek- red) dengan menggunakan kayu setelah itu pisang tersebut di panggang dan di beri rasa keju, susu dan durian.

Menurut pedagang pisang epek ibu Via, telah puluhan tahun berdagang pisang epek, yang hasilnya dapat menyekolahkan anak-anaknya, hingga jenjang perguruan tinggi.

“pisang epek merupakan makanan khas kota makassar, saya berdagang pisang epek telah puluhan tahun, alhamdulilah hasilnya  saya dapat membiayai kuliah dan sekolah anak saya”ujar ibu dua anak yang telah di tinggal suaminya karena  meninggal dunia.


Untuk harga pisang epek satu porsinya berkisar dari 10 hingga 25 ribu, tergantung kita memesan berapa banyak pisang epek yang kita pesan dengan rasa keju, durian dan susu.

Setelah memakan pisang epek di pinggir jalan tim  melanjutkan perjalan untuk singgah di tempat peristirahatan yang telah disiapkan, setelah sampai disana tim Bekasi Raya Pos, beristirahat sebentar dan kembali untuk lebih dekat mengenal kota makassar, selain masjid terapung dan pisang epek, ada juga makanan yang sangat terkenal disana yaitu coto makassar, karena rasa ingin mencipipi coto makassar akhirnya tim Bekasi Raya Pos, menuju salah satu tempat penjual coto makassar, setelah memesan dan menikmati coto makassar, memang benar rasa coto makassar begitu nikmat , coto makassar di nikmati dengan lontong atau ketupat, yang kita dapat  ambil langsung di meja, karena lontong dan ketupat telah disediakan dan telah di belah tengahnya, jadi kita tinggal mengambil dan mencampur lontong atau ketupat ke coto makassar yang akan kita nikmati. Jangan harap kita dapat piring untuk tempat lontong tersebut.


“itu pak tinggal di belah saja lontong atau ketupatnya yang disediakan”ujar pedagang. Ketika bekasi raya pos menanyakan piring untuk trempat lontong atau ketupat yang disediakan pedagang, dan coto makassar juga disediakan di dimangkuk kecil sebagai tempat coto makassar.

Setelah menikmati jalan – jalan dan kuliner kota makassar,akhirnya cew Bekasi Raya Pos, kembali pulang dan beristirahat, karena esok harinya akan kembali mengelilingi Kota Makasar Sulawesi Selatan. (RED)
×
Berita Terbaru Update