Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Harga cabe Kejar-kejaran Dengan Harga Daging

Selasa, 30 Desember 2014 | Desember 30, 2014 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:35:03Z
Cikarang Barat, Bekasi Raya Pos
Cabe sebagai pelengkap untuk menyedapkan masakan, di rasa kini harganya melambung tinggi, sepadan dengan harga daging, hal itu tentunya memberatkan para pedagang  masakan siap saji, seperti Warteg (Warung Tegal), dan warung-warung nasi lainnya.Harga cabe di Kabupaten Bekasi meningkat tajam di karenakan  pasokan cabe yang langka, sehingga para pedagang menjual dengan harga lebih tinggi dengan kelangkaan cabe .

Menurut pedagang nasi, imbas dari naiknya harga cabe, membuat pembeli mengeluhkan sambel sebagai pelengkap menu masakan, karena pelanggan biasa menggunakan sambel sebagai penyedap rasa, dan jika makan tanpa sambel hambar terasa, oleh karena itu ibu Herlina ,pedagang nasi di depan desa telaga murni, mengharapkan agar harga cabe segera turun, sehingga tidak menyebabkan keluhan para pelanggan warung nasi yang biasa makan dengan sambal.

“harga cabe mencapai Rp.80.000, sehingga saya bingung membeli cabe untuk membuat sambal, karena sebelum harga cabe naik, saya biasa membuat sambel menggunakan setengah kilo cabe, sekarang harga setengah kilo cabe mencapai Rp.40.000,- terpaksa saya kurangi membeli cabe untuk membuat sambel, dampaknya sambal berkurang dan pelanggan mengeluhkan karena sambel sudah habis saat ada pelanggan menanyakan sambel, jika dibiarkan harga cabe yang mahal berlarut-berlarut,  ini bakal mengaibatkan  dampak bagi pelanggan jadi berkurang karena makan kehabisan sambal, oleh karena itu saya berharap agar harga cabe segera segera turun”ujar Ibu Herlina.

Disisi lain dampak kenaikan harga cabe juga dirasakan oleh pedagang lainnya, yang menggunakan cabe sebagai pelengkap untuk dagangannya, seperti pedagang gorengan termpe dan tahu juga menggunakan cabe untuk pelengkap dagangannya.

“harga cabe kejar-kejaran dengan harga daging, dan cabe sekarang juga tidak pedas karena belum usia panen cabe tersebut sudah di panen, selain itu harga cabe yang mencapai setingkat dengan harga daging perkilonya, memberatkan saya sebgai pedang gorengan yang menggunakan cabe sebagai pelengkap dagangan saya, seperti gorengan tempe dfan tahu tentunya menggunakan cabe, serta gorengan lain “ujarnya (Martin Le)
×
Berita Terbaru Update