Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Sanimas Tingkatkan Kesehatan Masyarakat Kota Bekasi

Kamis, 04 September 2014 | September 04, 2014 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:35:19Z
Kota Bekasi, Bekasi Raya Pos
Kepala Bidang Fisik pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bekasi Dadang Mulyana mengatakan program sanitasi berbasis masyarakat (Sanimas)  sangat berhubungan dengan kesehatan masyarakat itu sendiri. Sanitasi terdiri dari empat program seperti penyediaan air bersih, pengelolaan air limbah, drainase dan persampahan.  

“Dengan terpenuhinya pengelolaan sanitasi yang baik, kita berharap kualitas kesehatan masyarakat juga meningkat. Dan kepedulian warga akan sanitasi yang baik juga harus terus ditingkatkan,” ucap Dadang Mulyana saat dialog publik di salah satu radio swasta di Bekasi, Selasa, (2/9).

Lebih lanjut Dadang mengatakan " program Sanimas telah bergulir sejak 2010.  Program ini lebih fokus pada peningkatan kualitas kesehatan melalui pembangunan fasilitas MCK dan  pengelolaan air limbah  rumah tangga secara komunal"ujarnya

Menurutnya, produk yang dihasilkan melalui kedua fasilitas ini diantaranya air untuk MCK dan Biogas untuk memasak warga dan operasionalnya dilaksanakan sendiri warga. Pembangunan faslilitas sanitasi ini   ada yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan dari Pemerintah Pusat.

Ia pun merinci sejumlah MCK Plus-plus dan pemipaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) telah terbangun di sejumlah wilayah kumuh dan miskin di Kota Bekasi. Dan sekarang justru wilayah yang dulunya menjadi priotitas sanimas menjadi wilayah percontohan dan banyak dikunjungi daerah lain untuk studi banding. 

“Seperti di RW 26 Margahayu dan wilayah RW 06 Kelurahan Medan Satria. Pada 2013 fasilitas sanitasi berbasis masyarakat telah terbangun dan sangat dimanfaatkan warga dan terawat hingga sekarang. Banyak daerah lain yang melihat keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam program sanitasi ini,” kata Dadang.

Sementara itu, Ketua Pokja Sanimas Kota Bekasi Andre menjelaskan di dalam proses perencanaan, pembangunan, pelaksanaan operasional dan perawatan lebih banyak dilakukan melalui peran serta  masyarakat.  Ia pun mencatat persentasi warga  melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebanyak 80 presen mulai dari tahap awa hingga perawatan.. 

“Diharapkan dari partisipasi yang tinggi tersebut fasilitas sanitasi dapat lebih terawat dan terjaga. Karena ada rasa kepemilikan didalamnya,” sebut Andre.

Disamping itu, dijelaskannya, sekarang ini Bappeda tidak melaksanakan kegiatan pembuatan MCK plus-plus maupun Ipal Komunal.  Hanya saya bila ada warga masyarakat membutuhkan pembangunan MCK plus-plus, pihaknya dapat mengusahakan pembangunan tersebut kepada pemerintah pusat. 

“Pada tahun 2014, Bappeda telah menstop kegiatan pembangunan MCK plus-plus. Tapi bila ada sejumlah warga membutuhkannya kita dapat segera usulkan ke pusat. Usulannya Bappeda tunggu hingga minggu pertama Oktober 2014 ditujukan langsung kepada Kepala Bappeda atau melalui email andresucipto.se@gmail.com ,” kata Andre.

Dijelaskan Andre, syarat yang harus dipenuhi warga yang ingin memiliki MCK plus setidaknya ada sebanyak 55 kepala keluarga memakai. Kemudian ada lahan yang bisa di gunakan untuk membangun.
Seperti tanah wakaf  asal telah ditandatangani persetujuan pemakaiannya para ahli waris maupun tanah negara atau fasos fasum yang disediakan atas kesepakatan warga.

“Seperti yang akan segera dilakukan yakni pembuatan MCK plus-plus di pemukiman pemulung di TPA Sumur Batu, Bantar Gebang. Mereka merupakan salah satu yang sangat membutuhkan,kata Andre ( (Hery Juanda)

×
Berita Terbaru Update