Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Gotong-royong Budaya Ciri Khas Bangsa Indonesia

Jumat, 19 September 2014 | September 19, 2014 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:35:15Z
Kedung Waringin Bekasi Raya Pos
Budaya gotong-royong merupakan budaya wujudnya nyata masyarakat, untuk kebersamaan dan persatuan, budaya gotong-royong menjadi ciri khas bangsa Indonesia yang harus di lestarikan, sehingga kebersamaan dan persatuan tetap terjaga dan tidak rentan dengan perpecahan.Gotong-royong yang dulu kerap dilakukan masyarakat adalah untuk bekerja sama (Kerja Bakti) untuk kepentingan bersama, seperti kerja bakti membersihkan lingkungan RT, RW, maupun Desa, membangun rumah warga dan bergotong royong saat  salah satu masyarakat dalam kedaaan tertimpa musibah.

Gotong-royong akan memudar apabila rasa kebersamaan mulai menurun dan setiap  pekerjaan tidak lagi terdapat bantuan sukarela, bahkan telah dinilai dengan materi atau uang.  Sehingga jasa selalu diperhitungkan dalam bentuk keuntungan materi, yang akibatnya rasa  kebersamaan makin lama akan semakin menipis dan penghargaan hanya dapat dinilai bagi mereka yang memiliki dan membayar dengan uang. Tampaknya untuk kondisi yang serba materi seperti ini jangan sampai terjadi, karena nilai-nilai kebersamaan yang selama ini dijunjung tinggi menjadi tidak ada artinya lagi (dikutip dari http://sosiologi.upi.edu/).

Menurut Kang Aef panggilan akrab Politisi dari PDI-P yang kini menjadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, budaya gotong_royong adalah budaya warisan nenek moyang,yang sering di utarakan oleh Bung Karno ,karena dengan bergotong-royong kita akan mampu melaksanakan pekerjaan  ataupun permasalahan dengan ringan, selain itu juga gotong-toyong juga menjadi tempat ajang silaturrahmi

“selain untuk kebersamaan dan kesatuan masyarakat, gotong-royong juga menjadi sarana silatuttahmi, karena kita ketahui sekarang banyak masyarakat yang kini telah mengabaikan gotong-toyong,sehingga rasa kebersamaan dan persatuan terlupa dan banyak masyarakat yang sesame tetangga tidak saling mengenal’ujarnya

Memang dirasa budaya gotong-royong mulai memudar dikalangan masyarakat, sehingga rasa keperdulian dan kebersamaan kini jarang terlihat,salah satu contoh adalah warga perumahan antar tetangga saja todak saling mengenal padahal hanya dibatasi dinding.

“dengan memudarnya rasa kegotong-royongan maka persatuan dan kebersamaan kita , akan memudar dan rentan dengan perpecahan dan perselisihan”tambah Kang Aef

Dulu masyarakat Kabupaten Bekasi, begitu kompak dan saling bergotong royong didalam kehidupan sehari-harinya, seperti masyarakat yang tertimpa musibah maka masyarakat datang dan bergotong-royong untuk membantu untuk membantu masyarakat yang terkena musibah, dan juga saat masyrakat membangun rumah maka masyarakat bersama bergotong-royong membantu pembangunan rumah,tapi kini diera sekarang rasa gotong-royong dan kebersamaan terlihat hamper memudar walaumasih ada juga kalangan masuayarakat yang terus melestarikan budaya gotong-royong.


“saya berharap kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi, untuk terus melestarikan dan membangkitkan lagi rasa kebersamaan dan persatuan dengan budaya gotong-royong, agar kita tidak rentan dengan perselisihan dan perpecahan”tutupnya. (J.jamal.S)
×
Berita Terbaru Update