Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Masyarakat Desa Ridogalih Butuh Air Bersih Layak Pakai

Jumat, 25 April 2014 | April 25, 2014 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:35:42Z


Cibarusah, Bekasi Raya Pos

Air merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kita sepakat, air yang kita dambakan adalah yang layak pakai dan layak konsumsi. 


Tidak halnya dengan yang terjadi di Kecamatan Cibarusah bagian Timur, khususnya Desa Ridogalih. Pemanfaatan Air oleh warga di Desa Ridogalih sebenarnya sudah kronis, terabaikan, seolah tak ada keluhan, rintihan, dan tangisan warga. Upaya warga masyarakat sampai saat ini sebatas menggali kolam/empang, lebih dari itu terkendala biaya.


Sehari-hari warga memanfaatkan air kolam/empang dari hasil menampung air hujan, dan ketika kemarau tiba berbondong-bondong pagi dan sore ke sungai (sungai Cihoe, Sungai Cianggong, dan Sungai Cipamingkis), yang jaraknya rata-rata 1,5 km. Warga Desa Ridogalih sudah sangat mendambakan kegiatan MCK (Mandi, Cuci, Kakus) di rumah sendiri dengan air yang layak pakai dan layak konsumsi.


Perlu diketahui, jika kemarau tiba air empang/Kolam yang dipakai atau dikonsumsi berubah warna airnya menjadi coklat, kehijau-hijauan, jenuh dan kotor, karena warga mandi dan mencuci di Kolam/Empang tersebut, dengan alasan supaya airnya tidak cepat habis.  


Ketua LPMD Yani, bahwa LPMD Desa Ridogalih Kecamatan Cibarusah merasa berkewajiban untuk menjembatani masalah tersebut, sebagai bentuk tanggung jawab moral. Kami berharap Pemerintah jangan tebang pilih dalam melaksanakan pembangunan dan malah melakukan pembiaran terhadap keluhan dari masyarakat, sebenarnya secara kompetensi mereka mampu untuk berbuat, yang jelas tidak ada kesungguhan dari Pemkab Bekasi sampai saat ini.  


Ironis memang, sudah 68 tahun Republik ini merdeka, tapi Masyarakat di Desa Ridogalih belum merasakan sepenuhnya makna dari kemerdekaan itu, Sebab air bersih yang sangat dibutuhkan masyarakat sampai saat ini seperti jauh panggang dari api. Keluhan demi keluhan dan usulan demi usulan terus diajukan, tapi entah ke mana usulan tersebut seperti debu dihembus angin, hingga lapuk dimakan usia sampai 68 tahun tak pernah usai. Buahnya banyak menuai cerita dari kondisi tersebut, yang sebenarnya adalah ejekan. maka Desa Ridogalih mengusulkan Penampungan Air Bersih yang dititikpusatkan di Pusat Desa Ridogalih (Kantor Desa Ridogalih) yang menjangkau warga dengan radius sampai 500 m dari Kantor Desa Ridogalih (melingkar). Hal tersebut bisa berkembang/bertambah jangkauannya (disesuaikan dengan debit air yang ada). Sasarannya adalah Kp Anggong, Kp Curug, Kp Angkiran, Kp Putat, Kp Bedeng dan yang diusulkan untuk sementara sebanyak 125 KK.



Tidak ada yang lebih baik selain berusaha, barangkali diantara usaha-usaha tersebut ada kebaikan yang dapat mengangkat hajat hidup orang banyak.


Sekdes Ridogalih Aep pun berharap setiap usulan yang diajukan agar dapat terakomodir sehingga warga Desa Ridogalih dalam memperoleh air yang layak pakai dan layak konsumsi menjadi kenyataan, sehingga warga atau masyarakat desa secara lebih realistis dalam upaya meningkatkan Kesehatan dan perekonomian.  [Ags]
×
Berita Terbaru Update