Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Gagal Panen Petani Merugi Puluhan Juta

Selasa, 22 April 2014 | April 22, 2014 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:35:43Z

Cikarang Timur, Bekasi Raya Pos

Sungguh ironis jika melihat nasip para petani di Kabupaten Bekasi,sudah mengeluarkan biaya  cukup besar buat membeli bibit padi dan juga pupuk,namun hasil yang di dapat malah merugi dan tidak sesuai dengan yang di harapkan.   


Seperti yang di alami oleh para Petani di wilayah Cikarang Timur Kabupaten Bekasi baru- baru ini, bahwa hasil panen kali ini benar- benar sangat merugikan petani,pasalnya selain kerugian tersebut diakibatkan oleh hama dan juga cuaca extrim yang tidak menentu sehingga padi mati dan membusuk yang mengakibatkan rumput liar tumbuh subur diareal sawah,hal seperti itu justru tidak lantas mendapat perhatian dari pemerintah setempat ataupun pemerintah daerah,untuk mencarikan solusi yang tepat buat para petani.


Dari hasil Panen yang biasanya bisa mencapai keuntungan hingga jutaan rupiah, kini hanya tinggal sepertiga persennya saja ,namun akibat banyaknya hama sehingga panen kali tidak bisa dinikmati oleh para petani dan petani pun merugi hingga puluhan juta rupiah.


Menurut keterang Sarta salah satu petani yang memiliki sawah di Desa Tanjung Baru dan Jati Baru, bahwa " biasanya setiap panen satu hektarnya bisa mencapai 6 Ton bahkan bisa lebih,namun panen kal ini hanya bisa mencapai 1 ton saja, hal ini disebabkan oleh cuaca exrim dan yan paling parahnya lagi di sebabkan oleh hama Sudep sehingga padi  menjadi beluk(gabuk-red


Walaupun kami sudah melakukan pencegahan,lanjut Sarta, dengan melakukan penyempretan dan penaburan puradan serta orea,tetap saja hama tersebut sulit dibasmi,untuk itu kami sebagai petani berharap kepada pemerintah daerah untuk segera mengatasi masalah ini,agar para petani tidak lagi di rugikan dan saya berharap agar pemerintah mau turun tangan memberikan bantuan berupa bibit dan pupuk untuk meringankan beban para petani menyambut musim tanam berikutnya, dan bila tidak maka banyak petani yang akan menganggur. 


Terpisah,Rasmadi salah satu petani di wilayah jati baru juga menyayangkan kegagalan panen kali ini belum Juga mendapatkan perhatian husus dari pemerintah daerah,seharus pemerintah tidak hanya duduk diam dan harus segera mencarikan solusi yang tepat,agar permasalah yang dihadapi oleh petani saat ini bisa teratasi, tahun lalu pemerintah masih memberikan bantuan kepada petani-petani kecil seperti saya ini,tapi kenapa sekarang bantuan dari pemerintah mlah tidak ada sama sekali, apakah program bantuan buat para petani itu sudah tidak ada,atau memang masih ada tetapi tidak sampai ketangan para petani,keluhnya. (R4Y)

×
Berita Terbaru Update