Opini Oleh : RAY RAMDHANY.A
Masyarakat Kabupaten Bekasi, tengah galau tingginya curah hujan di awal tahun 2014, membuat banjir di mana mana, tidak hanya sebatas lutut orang dewasa air merendam rumah , namun ada yang mencapai seleher orang dewasa, membuat masyarakat menderita, harus mengalami kerugian yang tidak sedikit akibat banjir.
Para petani di desa desa juga ikut galau, karena tanaman padinya yang baru di tanam juga terendam, sehingga tidak dapat di panen, selain pupuk dan bibit para petani juga mengalami kerugian yang tidak sedikit,selain itu infrastruktur pertanian juga rusak yang tentunya dapat menghambat perekonomian di sector pertanian.
Berbagai analis di masyarakat mulai di dengungkan penyebab banjir, saling menyalahkan dan meminta pertanggung jawaban, akan permaslahan banjir yang menjadi momok bagi masyarakat.
Walau instansi terkait dan pihak kecamatan maupun desa, juga turut aktif membantu dan menangani korban banjir, namun itu bukan hal untuk mengatasi masalah, karena memberi bantuan setelah kejadian hanya untuk meringankan, masyarakat berharap untuk mengatasi dan menangulangi banjir, bukan hanya bantuan yang di jadikan icon untuk di publikasikan dan membentuk image.
Memang Kabupaten Bekasi , sebagai daerah penyaggah DKI Jakarta, hampir sama dengan permasalahan yang terjadi di DKI Jakarta, yaitu banjir yang selalu membayangi masyarakat jika musim penghujan datang.
Seakan tak berdaya para pemimpin DKI Jakarta dan Kabupaten Bekasi, untuk mengatasi permaslahan banjir yang selalu menjadi momok menakutkan.
Seharusnya hujan merupakan berkah bagi manusia di muka bumi, namun karena ulah manusia juga terhadap lingkungan menjadikan hujan sebagai musibah, kalau saja pembangunan di iringi dengan perhatian lingkungan, maka tidak terjadi masalah banjir, yang membuat kita prihatin karena banyak masyarakat menjadi korban banjir yang selalu menghantui di setiap musim penghujan.
Ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya, membuat terjadinya banjir didimana mana, oleh sebab itu kita sebagai masyarakat seharusnya menjaga lingkungan sekitar agar tidak terjadi banjir.
Banyaknya lahan persawahan dijadikan perumahan dan pabrik, juga salah satu penyebab banjir, terjadi banjir karena tidak adanya lahan untuk penyerapan air, sehingga air meluap dan banjir.
Selain itu ada satu kampung di Kecamatan Cikarang Barat, saat hujan datang kebanjiran, akibat dampak dari pembangunan pabrik, dan buruknya draenase sehingga hujan datang air dengan deras membanjiri kampung tersebut.
Masyarakat berharap pembangunan di Kabupaten Bekasi , harus mempertimbangkan dampak lingkungan, jangan hanya kepentingan indrustri masyarakat menjadi korban dari pembangunan pabrik yang tidak memperhatikan dampak lingkungan.
Banjir lagi banjir lagi, sebuah alunan lagu yang di utarakan anak anak saat hujan datang, menjadi sebuah lagu wajib yang selalu di perdengarkan saat hujan datang dan banjir melanda, semoga musibah banjir di Indonesia khususnya Kabupaten Bekasi dapat segera teratsi sehingga masyarakat tidak lagi di takuti oleh momok banjir.