Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Sepucuk Surat Harapan Untuk Mu

Rabu, 09 Oktober 2013 | Oktober 09, 2013 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:36:24Z
Aku mengenalmu, saat kau tengah galau bimbang akan hidup mu, kau bercerita membuka semua masa lalumu, hingga tak terasa tatapan kosongmu membuat linangan air mata, mengalir terus membuat hati ini merintih ingin merasakan semua duka laramu.

Aku sadar, aku juga gak jauh beda seperti  yang kau rasa, kau wanita perkasa yang tabah dengan segala pecutan luka, kau berdiri  tegar walau kadang kau juga menangis, bukan salah mu, bukan salah takdir yang mengikuti hati mu, tapi kau harus tahu itu perjalanan hidup mu.


Dia wanita yang penuh pesona, walau usia juga tak lagi muda, dua  buah hati hasil cinta kasih Nya, membuat dia tegar untuk terus jalani hidup, untuk berjuang menggapai asa buah hatinya.


Tawa mu jarang hadir hanya  senyum mu di balut ceria tak putus asa, cara mu bicara dan melakukan  sesuatu, aku tahu berat hati mu menerima  hari mu.


Jujur ada perasaan yang berkalut di jiwa, ingin ikut serta dalam desah nafas mu, tapi aku hanya pria yang tak pernah tahu, dimana aku harus memulai meniup kasih di relung hati mu.


Aku coba rapatkan hati ini, untuk selalu bicara dan doa, tapi kadang aku muak dengan hati ini, tak tahu kenapa aku tak berdaya, jika mendengar kilatan cerita mu.


Andai kau tahu, aku ingin jadi darah yang  mengalir  dalam hidup mu, ingin jadi pengganti semua masa lalu mu, agar yang kaujalani dan alami tak lagi usang.


Maafkan saat hati ini risau, antar gelisah dan ragu bukan karena tak ada kasih, namun aku belum kokoh untuk menggapai puncak dedaunan yang akan membuat kita tentraman di bawah indanya semilir angin.


Bola mata mu, membuat geliat hati ini, selalu ingin menatapmu, kalau saja kau tahu aku berharap tidak ada yang lain di tatap bola mata mu, semua mimpi dan asa akan ku berikan asal kau mengerti, aku adalah lelaki lelah dengan segala kesedihan dan penderitaan, yang aku mau kau akhiri semua lelah jiwa ku, dengan senyum manis mu terkembang buat ku.


Aku tak lagi mau berpetualang…… membelah malam dengan jingga pagi, hingga aku terkapar tak berdaya, aku ingin kamu, memberi bingkai hati ini, agar semua tahu tak ada lagi yang membisikan kata kata pedih di setiap sepi ku, agar semua tahu aku tak lagi terjatuh dalam bingkai kesetian ku.


Malam ini aku tulis sepucuk surat harapan, dengan linangan air asa setiap kata yang tertata, maafkan semua khilaf ku, kalau telah membuat mu menderita, kejujuran dan kesetiaan yang mulai membungkah aku harap itu tak hilang di dera egois dan keras perasan.


Harapan di hati kita berdua, yang coba kita tuangkan dengan penuh perasaan dan kasih sayang, semoga tak terhenti, hanya karena terhempas batu perasaan, semoga surat ini dapat membuat tahu, ada ruangan hati yang begitu besar untuk mu, untuk bersama  di dalam membingkai semua yang telah kita rasa, yang pernah membuat kita putus asa, akan sirna dengan datangnya getaran hati ini untuk mu.                                               

                                                                                                                            Untuk Mu
×
Berita Terbaru Update