Ditulis Oleh Eman Suherman A.Md
Seni Dugkol Ampel merupakan hasil karya putra daerah Kabupaten Bekasi ciptaan Bapak Wahyu Dinar seorang Seniman Kab. Bekasi yang sudah melanglang buana ke lima benua dan Rahmat Gumilar S.Sn, seorang Sarjana Seni jebolan Institut Kesenian Jakarta.
Kesenian Dugkol Ampel ini dibuat berdasarkan hasil rekontruksi dari beberapa seni yang ada di daerah Ciranggon, Ds. Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, yaitu seni Dugkol (Bedug Kokol) dan atraksi toya/awi ampel. Berdasarkan Sejarah di daerah Cipayung Kesenian ini belum dikemas menjadi sesuatu yang menarik, namun Ide Bapak Wahyu dinar dengan Rahmat Gumilar S.Sn serta sumbangsih pimpinan Grup Setia Muda yaitu Bapak Rohim Krejet, karya ini menjadi sugahan yang menarik untuk ditonton. Karya Seni ini diangkat dengan konsep Kembali Ke alam (Back Nature).
Menurut Rahmat Gumilar seorang Sarjana Seni Institut Kesenian Jakarta yang pernah di kirim oleh Kabupaten Bekasi sebagai Pemberdayaan Sarjana Seni di provinsi Jawa Barat, mengatakan,
“Telah saya riset, bahwa seni awi ampel ini hadir berdasarkan musim panen, yang mana awi ampel tersebut digunakan sebagai batang angkut pocongan padi, alat pikul pedagang serta alat pertahanan diri Petani dan Pedagang dari binatang atau musuh mereka. dan Seni Dukol adalah suatu tradisi masyarakat Cipayung yang lebih tepatnya saat Pesta Hari Raya Di daerah Ciranggon Cipayung Kecamatan Timur, Kabupaten Bekasi. Dan disinilah seni dukol dan seni atraksi awi ampel dikemas menjadi suatu kesenian yang harmonis dan sedikit bodor pada pemain kokol. Dan dari itulah, Seni Dukol Ampel ini diciptakan. Saya berharap bahwa Kesenian Dukol Ampel dapet dikenal oleh masyarakat luas khususnya Kabupaten Bekasi.”
Belum lama ini Seni Dukol Ampel Perdananya ditampilkan pada Helaran Kemilau Nusantara 2013 yang digelar pada hari Sabtu, 12 Oktober 2013 dimulai pada pukul 19.00-22.00 WIB. Di Jalan Diponegoro Kota Bandung dan lapangan parkir Gedung Sate Kota Bandung. Acara ini di hadiri oleh 1.500 seniman dari sejumlah daerah di Indonesia, dengan diikuti oleh 26 kabupaten kota di Jabar serta perwakilan dari 20 provinsi di Indonesia yang telah menyatakan keikutsertaannya di ajang seni budaya tahunan Jawa Barat itu.
