Jakarta, Bekasi Raya Pos
Aksi Lembaga Koordimasi Pemberantasan Tindak Pidana Pemalsuan uang ( LKPTP2U) , yang dilakukan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) kemarin(24/08). Dengan menurunkan anggota dan pengurus Pusat LPTP2U, yang dipimpin oleh Koordinator lapangan . Widyo Noegroho K. SH.MH. Ketua Umum LKPTP2U dan Sekjennya Rhagil Asmara Setyanegoro.
Aksi yang berlangsung Dari Pukul 07 Wib hingga selesai, mendapat sambutan simpatik dari masyarakat yang menggunakan kendaraan melintas di protocol jalan, aksi dengan membagikan bunga kemerdekaan, Pesan seruannya “ Dengan Semangat Prooklamsi 1945 Kita Perkokoh Persatuan Dan Kesatuan Bangsa, Serta Kita Sukseskan Pemilu 2014 TAMPA UANG PALSU”
Ketua Umum LKPTP2U, widyo mengatakan “ Masyarakat anti uang palsu (Makan Upas ).adalah cikal bakal berdirinya Lembaga Koordinasi Tindak Pidana Pelmalsuan Uang. Yang di bentuk beberapa waktu yang lalu,didirikan lembaga ini kelanjutan perjuangan dari Makan Upas untuk memberantas peredaran uang palsu.
LKPTP2U telah beberapa kali bekerja sama dengan POLDA Jawa Tengah, untuk membongkar Mafia peredaran uang palsu,pada waktu AKBP Ketut Untung Yoga, menjabat Kapolres Klaten, yang kini Brigjen tersebut menjabat Waka POLDA Bali, selain itu juga LKPTP2U turut bekerja sama dalam membongkar mafia peredaran uang palsu diwilayah hukum Polres Klaten Jawa Tengah, pada saat lembaga ini masih bernama Masyarakat anti Uang palsu ( Makan Upas ).Ujarnya
Untuk lebih memprofesionalkan organisasi maka, Makan Upas di ubah menjadi lembaga koordinasi Pembrantasan Uang Palsu ( LKPTP2U, yang bermarkas di jalan Tanah Merdeka No 59 , Jakarta timur ,berdasarkan akte Notaris Cristina Erna Widyatuti.
Untuk kedepan LKPTP2U, akan terus meningkat kinerja secara profesional, guna membantu pemrintah mengurangi peredaran uang palsu dan melindungi masyarakat, agar tidak menjadi korban uang palsu dengan member pemahaman hukum serta pelatihan keaslian rupiah , khusus menjelang dan saat hajat nasional Pemilu 2014 yang akan datang.
“ kami mengajak semua elemen masyarakat , untuk mensukseskan pemilu 2014 tampa uang palsu”. tandas widyo
Famih warga Jakarta Barat saat diminta komentarnya tentang adanya lembaga LKPTP2U, mengatakan “saya baru tahu adanya lembaga ini, san saya berharap lembaga ini bisa memonitoring meneropong adanya peredaran Uang Palsu (UPAL) di tengah masyarakat, yang sangat merugikan bagi kita karena korban tidak mengetahui keaslian dari Rupiah, untuk lrmbaga ini harus mensosialisasikan untuk pemberantasan Peredaran uang palsu, serta memberikan pengetahuan tentang uang Rupiah yang asli, sehingga masyarakat tidak terkrcih dengan adanya uang palsu, apalagi akan adanya perlehatan besar yaouiotu pemilu 2014, sangat rawan terjadi peredaran uang palsu untuk money politik, yang dilakukan oleh oknum-oknum masyarakat yang ingin mencalonkan sebagai legislative, diharapkan lembaga ini akan exsis untuk memonitoring peredaran uang palsu di tengah masyarakat’ujarnya.
Acaara di akhiri pemberian bunga kemerdekaan secara simbolis kepada Kapospol Bundaran Hotel Indonesia , Aipda Nengah Brata dan awak media TV yang meliput langsung acara Aksi Simpatik LKPTP2U (Red )
