Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Berita Terkini

Petani Keluhkan Kurangnya Petugas PPL Desa

Selasa, 14 Mei 2013 | Mei 14, 2013 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T17:36:55Z

Sukakarya, Bekasi Raya Pos
Yang membuat panen gagal berturut-turut di desa Sukakarya, Kecamatan Sukarya, Kabupaten,  Bekasi, karena para petani  menanam padi (tandur) tidak serentak , tidak ada kekompakan para petani untuk menanam padi secara bersamaan , hal ini terjadi karena tidak adanya komando dari Pemerintah  Daerah untuk menyerempakan  para petani, untuk bertanam padi, dan kurangannya tugas PPL ( Penyuluh Pertanian Lapangan ) yang memberikan pengarahan kepada petani, juga iklim yang kurang menentu, sehingga kerap terjadi gagal panen.
 
Selain itu juga Lahan pertanian produktip kini semakin berkurang di Kabupaten Bekasi, sehingga produksi tanaman padipun menurun, luas lahan pertanian didesa Sukakarya 460 Ha, dengan kelompok tani sejumlah 16 kelompok tani, dengan kurangnya tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan , yang saat ini berjumlah 3 petugas untuk satu Kecamatan, tentunya kurang ideal, karena Kecamatan  Sukakarya berjumlah 7 desa, dan idealnya adalah satu Petugas PPL untuk satu desa.
Hal tersebut di katakan oleh Mad Kasan (13/05), ketua kelompok tani, desa Sukakarya, saya berharap Pemerintah Daerah untuk lebih memperhatikan masyarakat petani, karena penduduk Kabupaten Bekasi hampir 80% menggantungkan hidupnya di pertanian, bagaimana petani bisa sejahtera, kalau infrastruktur pertanian kurang di perhatikan. ujarnya
Lebih lanjut Mad  Kasan menambahkan, “Desa Sukakarya telah gagal panen berkali kali, saya mohon dari Pemda Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Pertanian untuk memberi pengarahan dan bantuan kepada para petani, agar tidak gagal panen lagi, dan saya juga berharap adanya penambahan Petugas PPL , idealnya satu desa satu petugas PPL “tandasnya 
Disisi lain yanto pemantau distribusi pupuk urea untuk Kabupaten Bekasi, mengatakan “ saya prihatin dengan kegagalan panen di desa sukakarya, karena petani kini harus mengeluarkan lagi biaya untuk pembelian pupuk, yang pada setiap Ha menghabiskan 2 Kwintal pupuk,selain itu juga masyarakat masih mempertanyakan tentang warna pupuk yang ada yaitu putih dan warna pink, saya jelaskan yang warna putih adalah pupuk non bersubsidi, sedangkan yang warna pink (merah Mudah) adalah pupuk yang bersubsidi, untuk mutu dan kwalitasnya antara waran putih dan pink itu sama saja, yaitu N 46% ujarnya. ( M. joko YP )
×
Berita Terbaru Update